Ini dia ciri ciri amandel yang harus kalian ketahui !

Batu amandel adalah kumpulan mineral yang mengeras di permukaan amandel. Biasanya, batu amandel sama besar dengan kerikil dan putih kekuningan. Meski tidak berbahaya, penampilan batu ini bisa menyebabkan bau mulut dan sakit di area mulut dan tenggorokan.

Bekas luka amandel dapat terjadi pada siapa saja yang masih memiliki amandel (amandel), yang merupakan bantalan jaringan yang terletak di kedua sisi belakang mulut. Frekuensi penampilan batu ini cukup beragam. Beberapa orang dapat mengalaminya berulang kali, bahkan dengan lebih dari satu batu.

Kenali penyebab amandel dan cara mengatasinya – Alodokter
Berbagai penyebab batu amandel

Kalkulus tonsil dihasilkan dari akumulasi bakteri, sisa makanan, sel kulit mati, saliva dan plak di mulut, dan celah di permukaan amigdala. Seiring waktu, tumpukan ini dapat mengendap dan menjadi padat, seperti batu.

Beberapa kondisi yang dianggap sebagai asal mula pembentukan amandel, yaitu:
Amandel lebar atau rangka

Ketika amandel memiliki banyak celah atau ruang yang cukup, kotoran di mulut dapat dengan mudah menempel. Kotoran ini akhirnya bisa mengendap dan mengeras di atas batu.
Perawatan mulut yang buruk

Jika Anda malas menjaga gigi dan mulut Anda bersih, berbagai bakteri dan kotoran lain yang dapat membentuk batu amandel akan menumpuk lebih mudah.
Tonsilitis atau peradangan berulang

Orang yang sering menderita tonsilitis biasanya memiliki ukuran amigdala yang membesar. Ini dapat memfasilitasi pembentukan batu amigdala, karena bakteri dan sisa makanan lebih mungkin tetap tersangkut dan menetap di amandel.
Cara mengenali batu amandel

Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memiliki amandel adalah membuka mulut lebar-lebar di depan cermin, lalu periksa apakah punggung amandel terlihat benjolan atau lapisan putih kekuningan terlihat jelas. Batu amandel bisa tebal atau keras.

Jika Anda tidak dapat menemukan gumpalan, Anda mungkin tidak akan menyingkirkan batu amandel. Beberapa batu sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Karena itu, perhatikan juga gejala-gejala berikut:

Nafas berbau tidak sedap tanpa alasan yang jelas.
Sakit tenggorokan yang sering kambuh dan tidak sembuh.
Ketidaknyamanan, seolah ada yang tersangkut di bagian belakang mulut.
Sulit untuk menelan.
Batuk terus menerus.
Telinga terasa sakit atau sakit.

Jika Anda memiliki gejala di atas, Anda mungkin memiliki batu dengan amandel. Yang pasti, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.
Cara mengobati batu amandel

Jika batu amandel terus menyebabkan ketidaknyamanan, Anda dapat mencoba salah satu metode berikut:
Dorong dengan kapas atau jari

Jika batu itu terlihat dan Anda dapat mencapainya, coba tekan dengan lembut dengan jari atau kapas untuk mengangkatnya dan melepaskannya. Hindari menggali dengan alat yang kasar atau tajam, seperti sikat gigi atau tusuk gigi, karena dapat menyebabkan luka dan infeksi tonsil.
Berkumur

Cobalah berkumur atau menyemprotkan air ke batu amandel. Tekanan air dapat membantu mendorong batu amandel ke atas dan ke bawah. Selain air biasa, Anda juga bisa menggunakan obat kumur atau air garam agar lebih efektif. Air garam dapat membantu menghilangkan bau mulut karena kondisi ini.
Batuk cepat

Dorongan yang terjadi saat batuk dapat membantu melembutkan dan melepaskan batu amandel. Karena itu, cobalah batuk beberapa kali dengan cukup keras. Tetapi jika tidak berhasil, jangan memaksakan batuk, itu bisa melukai tenggorokan Anda dan menyebabkan peradangan.

Jika ukuran batu terlalu besar dan terus menimbulkan masalah, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin perlu melakukan operasi kecil untuk menghilangkan batu dari amandel.

Agar amandel tidak muncul kembali, lakukan upaya preventif dengan menyikat gigi dua kali sehari dan rajin menggunakan obat kumur. Selain itu, hin

admin Written by:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *